Putih bunga ilalang
seputih cintaku
Semilir anging meniupkan
tembang asmaradana
merasuk sukma menebar renjana
Oh...kamajaya...oh...kamaratih
sulit aku menolak
anak panah cintamu
yang kau hunjam ke hulu hati
menjadi benih
tumbuh mengakar
pohon asmaraku
Aku tahu pintu
kamarmu rapat terkunci
tapi aku akan mengetuknya
beribu kali
Seisi bumi dan langit tujuh petala
jadi saksi...penyesalan dwipangga
memadati rongga hati
Nariratih...
kau sebongkah batu karang tegar
tapi kesabaranku
adalah tegas air mata
yang pelan akan menembus
keras hatimu
Rinai hujan sore
seperti air mata kesedihan
tanpa angin tanpa pelangi
itulah tangis harapanku yang sia-sia
kutelusuri dingin malam
hanya berselimut bayang-bayang wajahmu
Puisi By: Pendekar syair berdarah

0 Comments