Pekat malam ini setiap jalan ku susuri
hembusan angin-angin menerpa nurani
tercipta rasa gelisah hati menghampiri
teringat perjalanan cinta suci yang pernah terjadi
Tubuh amat tersayat duka lara
begitu dalam sedalam-dalam nya
tak seorang bisa mereda suasana
luka semakin membeku di penghujung kota
Sepanjang lorong jalan jadi saksi
bekas tapak kedua kaki
rembulan pun ikut menyinari seakan memberi
dua insan membuat napak tilas
Tentang bercengkrama berdua bak di atas nirwana
tercipta tawa yang tak dibuat-buat
rasa cinta yang penuh bahagia
namun harus sirna di waktu singkat
Apakah cinta bisa tercipta lagi
layaknya di awal senja?
namun kenyataan nya tidak
hanya surat yang jadi saksi bekas duka cinta
Puisi By: Dian salosa

0 Comments