Berikut Ini 7 Cara Menanam Sawi Dengan Baik dan Benar Beserta Cara Perawatannya

By Dian salosa - Agustus 18, 2020

 Dian salosa - Cara menanam sawi dengan baik dan benar ialah harus dilakukan sesuai dengan urutan yang sesuai, sawi adalah merupakan suatu jenis sayuran yag dimana sangat populer dan banyak sekali digemari oelah kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia. Sawi terdiri dai sekelompok tanaman yg ber marga Brassica yang dimana daunnya atau bunganya dimanfaatkan sebagai bahan makanan.


Sawi dibedakan menjadi dua jenis yang sangat berbeda, yakni sawi putih dan sawi hijau. Meski tergolong berbeda sawi kedua nya ini, sawi ini sama-sama memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berada di dalamnya dan itu sangat berguna sekali bagi tubuh kita.


Sawi ialah merupakan suatu jenis tanaman yang bisa dibilang sangat mudah sekali untuk ditanam/dibudidayakan, dimana karena sawi ini bisa hidup di dataran tinggi maupun di dataran rendah dan juga selain itu dapat tumbuh di kondisi yang cukup kering. Selain tidak begitu rumit, dengan menanam sawi sendiri bisa kita konsumsi sendiri dan kurasa tidak terlalu membutuhkan lahan yang begitu luas.


Tentukan Lokasi Tanaman

 

Berikut langkah awal sebelum memulai menanam sawi, alangkah baiknya kita harus menentukan lokasi yang tepat untuk menanam sawi. Umumnya sawi bisa tumbuh diberbagai lokasi, namun alangkah baiknya pilihlah lokasi yang menurut kalian cukup strategis.


Jika kalian tidak memiliki cukup lahan, sawi ini bisa juga kalian tanam di pot/polybag untuk menghemat tempat. Dalam menentukan suatu lokasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut dibawah ini untuk penjelasan lengkapnya:

 

1. Disaat melakukan proses pembibitan usahakan bibit diberi pelindung, gunanya agar tidak terlalu terkena paparan sinar matahari langsung.

2. Setelah masa pertumbuhan berlangsung, barulah sawi ini bisa kita buka pelindung nya agar terkena sinar matahari langsung. Umumnya sawi harus terkena sinar matahari langsung selama kurang lebih 8 - 13 jam perhari nya.

3. Disamping itu, suhu udara yang disarankan untuk menanam sawi ialah berkisar antara 15 sampai 32 derajat celcius. Dengan suatu tingkat kelembapan hingga mencapai 80 - 90 persen, yang dimana artinya tanaman sawi kalian harus selalu dalam keadaan basah, namun juga jangan sampai tergenang oleh air.

4. Sebisanya usahakan tanah yang di jadikan tempat penanaman sawi, paling tidak memiliki pH yang netral, kisaran angka 6 hingga 6,5.

 

Pengolahan Lahan

 

 Setelah kalian sudah menentukan lokasi penanaman, langkah selanjutnya ialah harus mengolah lahan tersebut sebelum kalian memulai proses penanaman/pembibitan, lebih jelasnya caranya berikut dibawah ini:

 

1. Gemburkan tanah terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul atau alat pertanian lainnya.

2. Agar supaya tanaman sawi mendapatkan nutrisi yang cukup, pada saat kalian menggemburkan tanah jangan lupa tambahkan pupuk kandang dan diaduk hinga benar benar tercampur merata.

3. Agar racun yang berada di Bedengan hilang akibat tercampurnya kotoran hewan dan tanah itu, kalian perlu mendiamkan terlebih dahulu paling tidak kurang lebihnya selama 2 bulan, gunanya menseterilkan kondisi tanah sebelum ditanami sawi.

4. Jika kadar tanah di lokasi kalian memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi, kalian dapat menambahkan kapur setelah itu kalian diamkan dulu Bedengan tersebut kurang lebih selama 2 minggu guna menseterilkan tanah.

5. Jika dirasa tanah sudah benar-benar siap, maka beri lubang di Bedengan dan letakan bibit sawi didalam lubang tersebut lalu tutup lubang tersebut.


Pemilihan Bibit Sawi

 
Pemilihan suatu bibi juga sangatlah penting, hal ini dikarenakan hasil panen itu sendiri dipengaruhi oleh bibit sawu yang bagus dan unggul. Dibutuhkan suatu bibit kurang lebihnya sebanyak 750 gram untuk setiap hektar nya, berikut ini ciri-ciri bibit yang bagus dan memiliki kualitas unggul:

 

Pemilihan bibit juga sangatlah penting. Hal ini dikarenakan hasil panen dipengaruhi oleh bibit yang bagus dan unggul. Dibutuhkan bibit kurang lebih sebanyak 750 gram untuk setiap hektar lahan tanam tanaman sawi. Adapun ciri-ciri bibit yang baik:

1. Berbentuk bulat seperti bola dengan ukuran yang cukup kecil.

2. Kulit dan Bibit memiliki warna coklat yang pekat.

3. Tekstur bibit agak keras saat kita remas.

4. Permukaan luar bibit licin dan cukup mengkilat saat dilihat.

 

Penyemaian Bibit 

 

 

Setelah dirasa menemukan bibit yang sesuai, segeralah lakukan proses penyemaian dengan cara isi pot/polybag dengan 5 hingga benih dan tentunya pot/polybag tersebut sudah terisi tanah, lalu lakukan penyiraman. 

Siram bibit tersebut 2x dalam sehari sampai daun muncul tunas, simpan benih yang akan ditanamkan/disemai ditempat yang cukup sejuk dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Jangan lupa pastikan benih tersebut memperolah air yang cukup guna menjaga kelembapannya.

Apabila tunas sawi sudah mulai tumbuh, biarkan terlebih dahulu kurang lebih nya sekitar 10 haru sebelum dipindahkan ke lahan tanam. Berikut langkanya lebih jelasnya:

 

1. Siapkan tanah, arang sekam, beserta pupuk kandang.

2. Campur tanah, arang sekam, dan pupuk kandang sampai merata dengan perbandingan 2:1:1

3. Setelah itu masukan campuran tersebut ke dalam nampan atau bisa juga kalian gunakan plastik kecil atau kalian bisa juga gunakan daun pisang yang dibentuk menerupai corong yang menjorok kedalam atau kalau tidak mau ribet pakailah pot/polybag.

4. Setelah itu, masukan bibit kedalam media tanam yang sudah kalian siapkan.


Tanam Sawi

 

 

Setelah muncuk sebuah tunas, langkah berikutnya yang bisa kalian lakukan adalah mulai menanam. Tanam sawi pada Bedengan yang sudah kalian buat, perlu diketahui sebaiknya jangan berikan Pupuk secara berlebihan karena dapat menyebabkan sawi tidak bisa tumbuh secara maksimal atau dengan kata lain tumbuh nya sangat lama.


Cara Merawat


Setelah sawi sudah kalian pindahkan ke lahan, berikut ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan untuk merawat sawi agar dapat mendapatkan hasil panen yang cukup maksimal, berikut hal nya:


1. Pada dasarnya sawi merupakan suatu tanaman sayuran yang harus tumbuh ditanah yang basah, maka sebaiknya kalian melakukan penyiraman secara teratur.

2. Lakukan penjarangan, penjarangan ialah merupakan suatu proses pemotongan tanaman yang dapat dilakukan ketika ada tanaman sawi yang tumbuh terlalu rapat, proses berikut ini dapat dilakukan setelah masa tanam berusia 15 hari. Penjarangan sendiri dapat kalian lakukan agar sawi dapat tumbuh dengan maksimal.

3. Jika ada tanaman sawi yang mati atau terserang penyakit, segeralah menggantinya dengan bibit yang lain/baru.

4. Setelah tanaman sawi sudah berumur 3 minggu, kalian bisa melakukan pemupukan kembali.


Cara melakukan pemupukan ialah dengan cara melarutkan pupuk urea dengan air dengan takaran 1 sendok teh ke dalam air sebanyak 25 liter, lalu aduk hingga rata kemudian siram larutan pupuk tadi ke atas Bedengan yang berisi bibit sawi. Pupuk urea yang dipergunakan kurang lebihnya sebanyak 50 kg untuk setiap 1 hektar nya.


Cara Panen

 

 

Setelah kurang lebih sekitar 2 bulan masa penanaman, sawi biasanya sudah suap untuk dipanen. Berikut ini ada tahapan cara menanam sawi:

 

Proses pemanenan dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pangkal batnag dari tanaman sawi, ketika kalian sudah memanen sawi sebaiknya simpanlah sawi tersebut diruangan sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung agar tanaman sawi tetap segar dan tidak layu. Jangan lupa kalian juga bisa memberikan air pada tempat sawi tersebut guna untuk tetap menjaga kesegaran sawi tersebut.

 

SELAMAT BERKEBUN.

  • Share:

Kamu Mungkin Juga Menyukai

0 Comments